Di tengah ancaman Donald Trumph dan eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat serta israel, Republik Islam Iran Malah melakukan langkah Menantang balik dengan menggelar latihan perang angkatan lautnya besar-besaran di kawasan strategis Selat Hormuz dan Laut Arab. Latihan ini digelar justru saat kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, tengah berlabuh di kawasan laut arab-teluk Oman.
Latihan yang digelar oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ini direncanakan berlangsung selama dua hari, dimulai pada hari ini, 1 Februari 2026. Latihan ini mencakup manuver tempur dengan tembakan langsung, sebuah tindakan yang dinilai sangat berisiko di perairan sibuk yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Iran membenarkan latihan tersebut, menyatakan bahwa latihan ini diperlukan untuk “meningkatkan kesiapan dan kemampuan tempur pasukan angkatan lautnya” dalam menghadapi berbagai ancaman.
Pihak Amerika Serikat, melalui pernyataan dari Departemen Pertahanan (Pentagon), telah menyatakan kemarahan dan kekhawatiran mendalam atas latihan ini. Mereka menegaskan bahwa manuver dengan tembakan hidup di dekat kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln adalah tindakan yang “sembrono dan sangat membahayakan” keselamatan kapal serta awak kapal AS. Pentagon memperingatkan risiko salah hitung atau insiden yang dapat memicu konflik terbuka.
Selat Hormuz, tempat latihan digelar, merupakan titik kritis geopolitik global. Sekitar sepertiga minyak mentah dunia yang diperdagangkan melalui laut melintasi selat sempit ini. Setiap ketegangan militer di kawasan ini langsung mengguncang pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan.
Analis keamanan menyoroti bahwa langkah Iran ini merupakan permainan berbahaya yang bertujuan untuk menguji ketegasan AS sekaligus menunjukkan kekuatan domestik di tengah tekanan ekonomi yang masih membelit. Latihan ini juga menjadi pesan kepada sekutu-sekutu regional AS bahwa Iran memiliki kemampuan dan kemauan untuk menutup jalur pelayaran vital jika negaranya diserang.
AS-israel Jual, Iran Beli, Lo jual gue beli kata orang Betawi.